Showing posts with label X/1999.. Show all posts
Showing posts with label X/1999.. Show all posts

Hunters: Truth.

A/N: Ku rasa semuanya berjalan baik. Walau aku payah dalam membuat cerita setidaknya aku telah mencobanya dan ku pikir hasilnya lumayan bagus. Well, enjoy the story! Hope you like it! O Iya, Happy Birthday Jacinta! Panjang umur ya!

==================================================================
Masih di negeri yang sama, kami tetap berjalan ( Seperti orang melarat).

" Hei." Tanyaku.

"........." Tak ada jawaban.

"Jacinta.."

"........" Masih tak ada jawaban.

" Sumeragi!"

Akhirnya ia menjawab padaku." Apa?! Harusnya kau tidak usah memanggil ku seperti itu! Dari tadi kan aku disebelah mu!"

Aku melihatnya dengan tatapan penuh tanya." Masa sih?"

Ia menghela napas." Sesekali gunakanlah otak mu agar tidak konslet."

" Aku rasa akan susah.." Kataku.

" Sungguh.... Meladeni mu itu sama saja dengan mengurus adikku."

" Adikmu ya? Bagaimana dengan kabarnya?" Tanyaku.

" Aku tak tahu... Terakhir kali aku melihatnya saat aku kabur dari rumah." Ia terlihat kaget dan secepat mungkin menutup mulutnya.

Aku memandangnya. Ada sedikit penyesalan di hatinya." Kau kabur? Bagaimana ceritanya?"

Ia membalas pandanganku dan berharap agar aku dapat mengganti topik pembicaraan. Tapi ia tahu bahwa aku bukan orang yang dengan gampang melepas rasa penasaran.

" Begini....." Ia melanjutkan kata-katanya.

"Sebelum berpindah dimensi kau hanya tahu aku sebagai teman sekelasmu kan?"

Aku mengangguk.

" Berarti aku harus menceritakannya dari awal. " Ucapnya dengan jujur.

"Well, to the point sajalah..." Kataku tak mau repot.

" Sabar! Ini juga sedang mengingat flashback!" Bentaknya.

" Iya... " Kataku mengalah. Aku mendengarkannya berbicara dan berusaha untuk mencerna ceritanya di dalam otak konslet ku.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Berhentilah memaksaku! " Teriak ku seraya berusaha menyingkir di jalan yang gelap itu.

" Tapi kau harus melakukannya!" Seorang wanita tua dihadapanku terus memaksa ku.

" Aku tidak ingin Obaa-san..." Akhirnya aku jatuh tersungkur di hadapan nenekku.

" Aku tahu.. Tapi sebagai pemimpin keluarga onmyouji Sumeragi ke 14, kau harus menggantikan ayahmu yang telah meninggal."

Aku melihat nenekku dengan pandangan benci." Aku yakin ayah juga tidak ingin aku hidup seperti ini..."

" Lebih baik kau diam dan lanjutkan latihanmu.." Katanya sambil membalas pandanganku dengan serius.

Aku memulai pemberontakan ku " Obaa-san pikir aku takut dengan Obaa-san? Aku muak dengan semua ini! Selama hidupku aku terikat dengan semua peraturan yang kau berikan! Aku berusaha untuk tidak mengeluh tapi kau terus-terusan menyiksa ku dengan semua ini!!!" aku berusaha menjelaskan perasaanku tapi tidak berhasil.

" Kau harus melihat posisimu nak... Sebagai pemimpin klan Su.." Aku memotong pembicaraan nenekku.

" Klan Sumeragi! Klan Sumeragi! Apa hanya itu yang terpikirkan di benak Obaa-san?! Tak heran ayah juga membenci sikap mu!"

Nenekku terdiam dan kemudian mengeluarkan kata-kata yang sangat amat membuatku terluka.
" Diam kau! Kalau tidak karena iblis seperti kalian, klan Sumeragi tidak akan kehilangan pemimpin terkuat seperti Subaru-san!"

Aku kaget. Kata- katanya sangat menyakitkan. Kenapa dia berbicara seperti itu kepadaku? Kenapa ia juga memasukkan adik dan ibuku kedalam kata-katanya dan menjejerkan mereka setara dengan iblis? Aku tak ingin tahu....

Obaa-san menghela napas." Lanjutkan saja latihanmu..." Ia berbalik dan meninggalkanku di jalan.

Hujan turun dengan deras setelah kepergiannya. Aku tertunduk. Hujan menjadi perwakilan atas segala kesedihanku dan saat itu aku bersumpah untuk melepas gelar pemimpin klan Sumeragi dari diriku...

Hingga aku menemukan toko yang bisa mengabulkan permintaan....

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Jadi kau tertekan atas semua peraturan itu?" Tanyaku.

Jacinta menjawab." Ya... Dan selama hidupku aku tidak bisa bebas dari itu semua. Aku merasa sangat menderita ......"

Aku terdiam." Nama ayahmu siapa?" Aku berusaha mencari topik lain agar Jacinta tidak kembali bersedih.

Ia menjawab lagi. " Subaru Sumeragi."

Aku hanya bisa memandanginya." Begitu ya.....Jadi Kau tahu toko Yuko dari siapa?"

Ia balik memandangku." Pertanyaan bagus.... Aku tahu dari ayahku sebelum dia meninggal. Tapi ia tidak memberi deskripsi toko itu sehingga aku tidak dapat menemukannya....." Ia memandang langit." Aku baru menemukannya ketika aku bersekolah di Tokyo."

Sebelum aku bisa mengomentari perkataannya dia bertanya." Kalau Sasha? Kenapa kau ingin pindah dimensi?"

Aku terdiam ." Aku ingin menemukan ayahku..."

Jacinta menatapku." Ayahmu? Bukankah ayahmu itu arkeolog? Apa hubungannya dengan dimensi lain?"

Aku menjawab." Tidak, itu bohong... Sebenarnya dia masih satu profesi dengan kita..."

Jacinta bingung." Maksudmu dia Hunter juga?"

" Ya.. dan Ia juga berpindah dimensi. Jelas saja aku tahu toko Yuko." Tambahku.

" Lalu kenapa kau harus mencarinya?" Tanyanya.

" Ayah selalu pulang setahun sekali. Dan pastinya saat ulang tahunku karena itu imbalan yang diberikan ke Yuko, Tapi sudah 3 tahun ia tidak pulang... Aku khawatir mengingat dia satu-satunya keluargaku.."

" Kau tidak punya ibu?" Tanya Jacinta dengan hati-hati.

" Tidak, ibuku meninggal saat aku dilahirkan. Lalu setelah ayahku menghilang aku diasuh oleh keluarga Shirou. Entah kenapa aku tidak di perbolehkan mengganti nama keluargaku oleh pamanku yang bernama Kamui..." Jelasku panjang lebar.

" Jangan sampai kau bernasib sama sepertiku....." Kata Jacinta padaku.

" Aku harap...."

" Nama ayahmu siapa? Aku penasaran." Katanya . Dia tidak lihat aku kecapekan menjawab apa?

" Fuuma Monou."

Ia terbelalak kaget. " Kok namanya mirip kucing gitu?!"

Aku mengerutkan kening. " Enak aja ngehina bapak orang!" Biar sekalian puas, ku jitak saja kepalanya.

" Heh, Maksudku kan baik! Siapa tahu ayahmu kalau jadi kucing lucunya setengah mati. Atau jangan-jangan nakutin?" Candanya.

" Yang ada ayahku cakep tahu!" Kataku membela nama baik ayahku.

" Iya, iya maaf... Memang umurnya berapa?" Katanya sambil menahan tawa.

Aku agak ragu juga mengatakannya tapi akhirnya kukatakn juga." Umurnya 25 tahun..."

" Hah?! Muda amat! Ayahku saja waktu meninggal umurnya 45!" Jeritnya seperti kesetanan.

" Nasib!" Ucapku senang.

" Kalau maksudmu nasib ayahku meninggal, ku potong tanganmu terus kumasukin ke mulutmu!" Ancamnya dengan cara yang-untuk pertama kalinya- sangat mengerikan.

"Tidak bukan itu maksudku! " Aku menggeleng-geleng dan memilih diam.

" Ya sudah, lebih baik kita cari Telur 'Pleiades' di negeri maju ini.." Ujarnya. Aku mengangguk.

Kulihat sekitarku... Ada banyak orang disekitar kami. Anehnya mereka tidak heran melihat pakaian kami berbeda dari mereka. Ada Banyak juga kendaraan beterbangan dan bangunan yang memuncak tinggi. Walau begitu banyak tumbuhan hijau yang menjadikan negeri itu sangat indah. Nama negeri itu adalah Piffle.



Let's go to Dufan! Pair : Kamui & Subaru 3

" Aduh, bisa di bunuh Pak Aoki nih.." Gumam Yuzuriha takut.
" Begitulah.... sebagai biaya ganti tembok kantor polisi, mobil sewaan Pak Aoki di sita deh..." Kata Sorata sedih.
flashback...
" Kalian bertujuh!!! Dasar! berani-beraninya ngerusak properti kantor!!!(yang dicetak miring itu bahasa Indonesia) Kata Polisinya.
" Ini orang ngomong apa? " Tanya Sorata.
" Nggak tau.. mending senyum aja deh biar kesannya kita orang baik-baik.." Ujar Karen
" Senyum embahmu! ekspresinya marah gitu!Sumpah deh Sakurazukamori kalah pamor sama ni polisi satu" Bentak Sorata.
" Kalian ganti biayanya 22 juta!" Teriak Si polisi.
" tadi dia bilang apaan sih? " Tanya Kamui penasaran.
" Aku sama sekali ga tau...." Kata Subaru seraya berbisik.
" Heh! Ayo ganti! " Bentaknya lagi.
Arashi yang dari tadi udah diem manyun, tiba-tiba berontak. Yang lainnya pada kaget melihat tindakannya itu.
" Maaf pak tapi kami belum ada uangnya..." Kata Arashi mencoba merayu si polisi.
" Kak Arashi bisa bahasa Indonesia? Hebat!" Gumam Yuzuriha kagum.
" Hebat calon istriku!" Bangga Sorata.
Kamui,Karen, dan Subaru lega.
Dilihatnya hati si polisi luluh oleh Arashi.
" OK, kalian ga usah bayar uangnya tapi..." Seru polisinya.
" Tapi...." Kata Arashi.
" Mobilmu kami sita! Atau ganti dengan uangnya!" Ujar sang polisi ( katanya luluh..).
" Apa?!" Teriak Arashi kaget, yang bikin Para Seals penasaran.
flashback udahan....
" Kok nasib harus begini ya?" Tanya Yuzuriha.
" Seenggaknya kita semua kena.." Kata Karen mencoba menghibur tapi sepertinya tidak berhasil.
" Belum biaya ganti rugi pertokoan yang kita rusak.." Ujar Subaru.
" Belum ke Dufannya..." Gerutu Arashi, kecewa juga.
" HUWAAAAA!!!!" Seru Kamui sedih atau tepatnya nangis.
" Kak Kamui kenapa? Luka kena serpihan kaca?! " Tanya Yuzuriha panik.
" Bukan.."
"Lah terus kenapa?" Tanya Sorata.
Dengan mata berkaca-kaca Kamui Berkata " Dari nada bicara kalian tadi.. hiks..hiks.. Ka..kayaknya kalian nyalahin aku..." Di lanjutkan dengan nangis lagi.
" Ga kok! " Ujar Yuzuriha nenangin.
" Ya kita cuma harus bayar 22 juta rupiah mata uang Indonesia..." Kata Subaru loyo.
" Dan itu uang yang banyak.." Kata Arashi.
" Dan sekarang kita terjebak di tengah kota yang kita sendiri ga tau ada dimana... tanpa transportasi..." Ujar Sorata.
" Mana aku pingin ke Dufan lagi..." Seru Yuzuriha terisak.
" Kayak hidup segan mati tak mau ya?" Kata Karen sedih.
" Pokoknya kita harus ke Dufan!" Teriak Kamui dengan lagak balitanya.
" Ini anak.. kita lagi kere kamui gue ulang, Kita lagi K-E-R-E, KERE! Ga da transportasi, duit udah nipis!" Bentak Sorata.
" Mana boleh gitu! udah dateng jauh-jauh dari Tokyo buat seneng-seneng, masa mau menderita juga di sini?!" Balas Kamui.
" Tapi nyatanya gitu!" Balasnya balik.
" Udah lu semua Tenang!!!!!!!!!!Gue udah muak ! Gue dari tadi udah diem dengerin lu semua ngoceh, sekarang gantian!!!!" Arashi meledak.
" ................" Timbul keheningan pada para seals
"Ehm.." kembali dengan tampang alim Arashi mulai berbicara" Semuanya lupa ya kalau kita naga langit yang bisa loncat-loncat gedung buat sampe tujuan?"
" O iya lupa...!!" Kata para naga langit malu sekaligus senang. Apa yang akan terjadi selanjutnya?????




To Be Continued......................




Let's go to Dufan! Pair : Kamui & Subaru 2

"Tenang Subaru kau pasti bisa!" Sorak Kamui.
"Kalau kakak ga yakin ga usah deh...." Gumam Yuzuriha ragu-ragu.
" Tuhan... jikalau aku ditakdirkan mati hari ini, ga pa pa deh asal sama nona.." Minta Sorata sama yang di atas.
" Mending gue mati sama bebek.." Celetuh Arashi.
" Ogah Aku mati singel... " Kata Karen.
" AKU GA BISA!!!!!!" Teriak Subaru.
Yap inilah momen-momen yang di tunggu, Mereka akan pergi ke Dufan dengan naik Mobil sewaan Aoki Yang disupirin Subaru. Sang Onmyouji beken yang sama sekali belum pernah mengendarai bahkan naik mobil. Transportasinya manual sih, pake sikil mulu.... Hal ini menjadikan Para seals yang lain lebih memilih untuk diam di tempat dari pada di supirin dia.
" Ayolah Subaru! Jangan kayak ayam kehilangan induk ah! Ngerusak citramu tau!" Bentak Kamui.
Subaru hanya dapat melihat Kamui dengan tampang ' akukan ga bisa..'nya itu.
" Ok, kita jalan ya....." Kata Subaru ragu-ragu
"Akhirnya...." Gerutu Kamui.
Hmmmm, menurut pendapat author sih jalan. Tapi apa bisa disebut jalan kalau kecepatannya masih menang bekicot? ooo tidak....
" Subaru kok jalannya lelet gini?! " Teriak Sorata kesal.
" Eh liat tuh, kita diketawain anjing..." Tunjuk Yuzuriha di Jendela.
" GRRRR!!!!!!!!!!!! " Kamui sudah muak melihat kepecundangan Subaru lalu ia merebut setirnya dari tangannya. Subaru yang kaget malah menginjak gas, dan jadilah mobil itu ngamuk tak
terkendali.
"WAAAAAA!!!!!" Gila-gilaan bersama teman-teman. Bersama Menyelamatkan bumi, bersama juga nglanggar lalu lintas. Kamui yang panik membelokkan setir masuk ke dalam daerah pertokoan.
" Kamui, Awas Ada Restoran Starbucks!" Teriak Sorata. Kamui yang masih panik malah membelokkan setir dan nabrak dinding kaca Starbucks.
BRAK!!!
"Awas McDonald!" Teriak Yuzuriha.
BRUK!!!
" Pizza Hut!" Teriak Karen.
BROK!!!!
"Restoran Gajah Mada!" Teriak Subaru.
GEDEBUK!!!
" Ngg.. awas.. Solaria.." Kata Arashi tak peduli keadaan alias santai!
BYOR!!!
"Kantor Polisi!!!!!" Teriak Semua.
GEBRAK!!!
Dengan Suksesnya mereka semua tepatnya Kamui dan Subaru ngancurin pertokoan.. Dan puncaknya nyusruk di Kantor Polisi. Apa yang akan terjadi selanjutnya??




To Be Continued.....



Let's go to Dufan! Pair : Kamui & Subaru.

Sepertinya para naga langit sedang merayakan liburan akhir semester nih, kegembiraan dapat terdengar dari hotel mereka yang bernama Luxury Lust. apa ya, yang sedang mereka rencanakan ya?
" Ke Dufan! "
" Ke pantai Anyer! "
" Ah, Kak Sorata pelit! aku kan pingin ke Dufan!"
" Yuzuriha, mumpung-mumpung kita liburan. Lebih baik kita menikmati keharmonisan ini dengan berenang di pantai Anyer!"
" Alah, alesan! Padahan nyatanya cuma pingin liat Kak Arashi pake bikinikan?! kalau mau berenang di empangnya Pak Nokoru juga bisa!"
" Ih sok tau amat sih! bukan cuma dia doank kali! Lagian yang lebih extreme pasti nona Kar.......
Eh maksud ku...."
" Tu kan bener? Makanya jadi biksu jangan genit deh!"
Inilah percek-cokan antara dua seals yang benar-benar dicap 'tidak waras' oleh seals yang lain dan tentu saja mighty annoying.
" Aduh, kalian berdua bikin puyeng kepala aja sih? diem kek, diem!" Teriak seseorang yang membuat percek-cokan itu terhenti walau sementara, siapa lagi kalau bukan Kamui?
Yap Seperti yang terdengar, Para naga langit sedang asyik berdiskusi tentang acara liburan yang super beken dan dilatar belakangi negeri author tercinta! Yakni Indonesia. Menurut ramalan Hinoto, kekkai yang berikutnya akan di hancurkan ada di Indonesia tepatnya di Jakarta yang membuat para Seals terpaksa untuk datang jauh-jauh dari Jepang ke negeri itu. Pengalaman duduk di pesawat 8 jam membuat mereka tobat ,apalagi Kamui yang belum pernah naik pesawat mengatasi ketakutannya akan ketinggian dengan meluk Subaru yang selalu siap menemani selama 8 jam nonstop. ( Aduh, belum pulangnya...)
Dan sekarang mereka sedang menikmati waktu santai di pagi hari tentunya di kamar hotel....
" Saya.. pergi... ke...toilet...*( bahasa indonesia)" Tampak Aoki sedang menghapalkan percakapan Bahasa Indonesia dari bukunya.
" Ngomong apa sih? " Gumam Karen bingung.
"......." Tidak lupa si cuek bebek Arashi beraksi.
Di sofa, saking bosennya Subaru sampai membaca novel yang berjudul 'Please Cacth my sister murderer' karya author -plak!-. Benar-benar keluarga bahagia deh.......

==================================================================

Hari sudah siang. Acara liburan dimulai dengan pemungutan suara terbanyak( pemilu?)
" Yang milih ke pantai Anyer angkat tangan!" Teriak Sorata memulai.
............................. Keheningan yang mendalam tanda tidak ada yang setuju
" Ah, Lu lu pada ga fer! " Tangis Sorata yang diakhiri dengan pundung di pojok kamar.
" Kalau ke Dufan gimana?? " Tanya Yuzuriha ke Seals yang lain.
" Ok!!! " Setuju semua tuh...
" Apa ga rame ya? soalnya kan musim liburan gini. " Tanya Karen.
" Ga kok, soalnya di Indonesia mulai liburannya kan bulan Juli. Sedangkan di Jepang bulan Agustus, jadi ga apa.. " Jelas sang onmyouji.
" Dufan!!" Teriak Yuzuriha senang.
" Ok deh mending kalian semua pada mandi, terus dandan yang keren. Baru jalan" Ujar Aoki.
" Aku pingin naik Tornado ah! " Seru Kamui.
" Habis itu perang bintang ya kak? " Sibuknya Yuzuriha dan Kamui, itupun baru memikirkan saja.
" Ke istana boneka aja.. " Ujar Sorata bikin cengok mereka berdua, ga nyangka biksu dari Kouya suka gituan.
" Kalau Subaru mau apa? " Tanya Kamui.
" Kayaknya Jet Coster deh, soalnya dulu sering main sama Hokuto-chan dan Seishirou-san sih.."
Timbul keheningan luar biasa dari Subaru setelah nginjak ranjau memorinya...
" O iya ya... Hokuto-chankan mati di bunuh Seishirou-san, terus Seishi..."
" Subaru !!!! Ayo ke taman hotel!!! " Potong Kamui biar Subaru ga ke mode on trauma.
Di balik layar, naga langit ternyata ga sadar di awasi naga bumi dari hotel seberang.
" Aduh Kamuiku imut banget..." Celoteh Fuuma yang ngeliat dari jendela pake teleskop.
" Ah imutan Subaruku..." Ujar Seishirou ga mau kalah.
" Eh, nyadar ga sih kalau Kamui tuh lebih hot dari Subarumu yang udah jadi aki-aki!"
" Heh! Bocah autis, jangan berani-berani ngina Subaruku ya?! Dia itu masih muda! Udah gitu cakep banget emang Kamui dikit-dikit mewek."
" Seenggaknya dia feminim ,emang Pacar lu yang lagaknya tomboy gitu?!"
" Ya tomboy lah, diakan cowok ,bego!!! "
" O iya ya? "
Percek-cokan yang lebih seru dibanding Sorata dan Yuzuriha patut diancungi jempol.
" Siang gini enaknya kemana ya? " Gumam Yuuto
" Berenang aja, kan enak di saat panas gini..." Kata Kusanagi.
" Ah jangan, nanti kulitku belang kayak kamu lagi...."
" Ngina lu?! "
" ga kok, gue cuma maki lu doank.."
" Sama aja ! "
Di sini juga cekcokan ya, Kusanagi dan Yuuto.
Apa liburan kali ini akan menyenangkan ya??

=================================================================

Para naga langit sudah siap-siap. Dan sumpah Subaru cakep banget!(^_^) Tapi ternyata oh ternyata, Pak Aoki ga bisa ikut karena urusan kantor mendadak, mana yang punya mobil sewaan cuma dia lagi.
" Kok gitu sih?! " Bentak yang lain.
" Gitu deh...., aku benar-benar minta maaf! Bagaimana kalau kalian pergi naik mobilku aja, biar aku pergi naik taksi.." Jelasnya
"Sumpe lo? Dengan bahasa pas-pasan gitu?" Tanya Sorata.
"Yap."
"Aduh Seichiro, kamu aja belum bisa ngomong ' aku minta izin ke toilet' dengan benar.." Ujar Karen
" 'Aku minta izin ke toilet*( Bhs Indonesia) nah bisa kan?" Jawab Aoki enteng.
" Masalahnya bukan itu tau! Gimana caranya ke Dufan kalau diantara kami ga da yang bisa ngendarain mobil?!" Teriak Kamui
" Minta Subaru aja, diakan udah 25 jadi kalau masalah di tilang gampang..." Kata Aoki.
" Hah??"Speechless lah semuanya sambil mandang Subaru yang udah kalang kabut.
What will happen next? tunggu chapter berikut.




To be continued........................








Li X Sumeragi chapter 1

Namaku Kana Li dari Klan Li, entah mengapa tidak dapatku bayangkan bakal sampai kemari.....Jepang.... Aku duduk di sebuah bangku sambil terus memegang koperku di ruang tunggu, Jauh-jauh dari Hongkong meninggalkan rumah, sekolah, dan juga teman-temanku untuk menuju ke Kyoto. Dan aku sekarang berada di salah satu bandara di Jepang, Narita. Aneh... tapi ironis juga. Sudah cukup lama aku ingin pergi ke negeri ini, orang tuaku bilang banyak bunga sakura yang tumbuh di Jepang. Mereka sangatlah indah apalagi saat musim berguguran. seakan kelopak bunga sakura menari-nari di udara dan membuat hidup serasa lebih bermakna....
Tapi kurasa suasana itu tidak akan pas dengan rambut dan mataku yang bewarna coklat muda itu sih...
Ya, aku cukup berterima kasih pada pamanku, Li Syaoran. Tapi setelah berpikir lagi jadi menyesal juga termakan rayuannya.
Ia mengirimku ke Jepang untuk mengadak 'transaksi bisnis' dengan Klan Sumeragi..... Aku tahu bahwa Klan Sumeragi adalah Klan Onmyouji yang telah mengabdi pada kaisar selama beratus-ratus tahun, tapi apa perlu menyuruh seorang anak gadis biasa berumur 14 tahun sepertiku untuk mengadakan 'transaksi bisnis' di negeri asing? Ga kan?
Kadang di Hongkong aku merasa cukup terpuruk juga, mengingat aku adalah satu-satunya orang yang tidak mempunyai kekuatan dalam Klan Li. Pamanku bilang bahwa di Jepang aku dapat sekalian belajar tentang arti dan tujuan kekuatan sesungguhnya. Tidak masalah sih bagiku karena aku sering diajak paman pergi ke negeri seberang, tapi untuk Jepang ini benar-benar baru pertama kalinya...
" Apakah anda yang bernama Kana Li?" Tanya seorang nenek muda yang terkesan cukup baik bagiku. Aku mengangguk lalu nenek itu tersenyum padaku.
" Saya kepala keluarga Sumeragi ke 12. Terima kasih atas kedatangan anda di Jepang mengingat betapa sibuknya anda. ini benar-benar sebuah penghormatan bagiku." Katanya.
" Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih karena anda telah menerimaku di sini..." Balasku sambil memberikan senyuman sebagus mungkin, wajarlah karena aku tidak ingin dapat kesan buruk pada pandangan pertama.
" Kau anak yang ceria dan sopan ya... aku harap cucuku bisa menjadi anak sepertimu.." Nenek itu menunjukan kekecewaan yang dalam dari matanya walaupun ia berusaha menutupi perasaan itu. Aku hanya diam tak menanggapi.
" Dari pada mengobrol di sini lebih baik kita berbicara dengan tenang di rumah saya saja ya Li-san...." Ujar nenek itu seraya menuntunku sampai di mobilnya.
Hmmm... keren dan lumayan bagus... pikirku saat melihat limousine hitam di depan mataku. Sering bagiku untuk menganggap semua hal yang bagus adalah biasa dan tidak berharga sama sekali karena menurutku semuanya adalah sampah.
" Silahkan masuk Li-san.." Kata sang nenek dan menyuruh supirnya untuk membukakan pintu bagiku. Aku hanya mengucapkan terima kasih dan kemudian masuk...
Di perjalanan kami banyak membicarakan tentang kehidupan masing-masing dan juga basa-basi yang sedikit membuatku tidak nyaman. Entahlah Apakah aku dapat bertahan di Kyoto...

====================================================================

Rumah sang nenek sangat besar, dan didalamnya tercangkup juga taman-taman yang indah. Aku memandangi rumah kuno ala Jepang itu.... Sudah tua tapi kokoh juga... Pikirku sedikit takjub. Mungkin karena sikapku yang memandang bosan pada tiap hal inilah yang membuatku hanya punya beberapa teman, dan itupun belum semuanya mengerti tentang 'keberadaan diriku yang sesungguhnya'.
"Mari masuk". Ujar nenek itu, aku mengangguk dan mengikutinya.....
Kami duduk di tatami yang di alasi dengan semacam bantal yang tipis. Nenek itu mulai berbicara " Kini mari kita bicarakan tentang kehadiran anda ke Jepang. Seperti yang telah anda tahu bahwa anda kemari untuk mengadakan transaksi bisnis dengan klan kami. Yang dimaksud dengan transaksi bisnis itu adalah untuk mempererat hubungan klan kami dengan klan Li dan mengadakan kerja sama. Tugas anda disini adalah membantu pemimpin klan kami yang ke 13 memimpin klan kami termasuk pekerjaannya.."
" Mak...maksudnya pekerjaan ?.." Tanyaku, karena seperti yang kubilang aku satu-satunya yang tidak memiliki kekuatan di Klan Li.
" Ya, pekerjaan seorang onmyouji..." Jawab Sang nenek dengan mantap.
" Tapi, aku hanya akan mejadi beban karena aku..." Perkataanku di potong oleh sang nenek.
" Karena kau belum menyadari kekuatanmu yang sesungguhnya..."
Aku terdiam. Nenek itu tahu, tapi mengapa dia tetap memberiku tugas itu?
" Dengarkan aku Kana Li. Klan kami dan klan mu mengadakan perjanjian dengan satu sama lain. Tugas klan Li yaitu kamu... Harus membantu pemimpin Klan Sumeragi ke 13 seperti yang saya ceritakan tadi. Dan tugas kami adalah menemukan dan melatihmu untuk mengeluarkan kekuatanmu yang tersembunyi itu.
" Apa? " Aku kaget karena sebelumnya paman tidak menceritakan semua yang perlu aku ketahui.
" Lalu pemimpin klan Sumeragi yang ke 13 akan datang ke sini besok dari Tokyo." Kata nenek itu dengan raut muka tegas.
" Siapa.....? " Tanyaku ragu.
" Pemimpin klan Sumeragi yang ke 13... Subaru Sumeragi." Sebut sang nenek.




To be continued..................

Raport Day : Final Chapter

Kak Sorata udah pulang, Yuzuriha bete karena Subaru belum keluar-keluar dari toilet... Padahal bentar lagi gilirannya. Tuhkan lihat sendiri Mai udah keluar dari kelas dan melambaikan tangan pada Yuzuriha, tanda bahwa ia akan pulang. Yuzuriha kesel juga, Kenapa namanya dia ga diawali huruf A aja ya. Kalau Y kan absennya jadi paling bawah, mentok pula. Hah....Yuzuriha hanya bisa menghela nafas.
"Maaf lama......" Ujar Subaru yang kayaknya , menurut perkiraan, tidak seratus persen akut, dan nebak- nebak aja sedang tersenyum senang sampai Yuzuriha horor ngeliatnya. Baru pertama kali Subaru senyum kayak gitu di depan dia, jujur aja selama mereka tinggal bersama yang namanya Subaru senyum tuh ga pernah terlintas dipikirannya, bahkan dilakukan.Walaupun begitu Yuzuriha deg-degan juga ngeliat Subaru senyum habis imut banget sih( Yuzuriha blushing) Jadi stress sendiri deh.
" Kamu sakit ya?mukamu merah gitu" Tanya Subaru sambil menaruh tangannya di dahi Yuzuriha yang membuatnya makin blushing.
" Ga kok...Anu kak Subaru.... " Tanya Yuzuriha ingin tanya alasan Subaru cengar-cengir gitu sih,
" Ada apa Yuzuriha?" Balas Subaru sambil tersenyum.
" Ga jadi deh...." Kata Yuzuriha.
" Eh, udah giliran kitakan?..." Tanya Subaru melihat teman Yuzuriha keluar(cepatnya).
" Ah iya! Ayo masuk kak Subaru!" Serunya sambil berlari-lari masuk ke kelas dengan memegang tangan Subaru.
" Selamat siang Nekoi-san... Dan.." Ujar sang guru.
" Saya walinya Subaru Sumeragi.." Kata Subaru.
" Baiklah Sumeragi-san ini raport Nekoi-san." Sang guru menyerahkan raport Yuzuriha ke Subaru.
" Saya kaget melihat berapa sering absensi Nekoi-san karena sakit( padahal bertarung sama seven angels), tapi dia berhasil meraih tingkat pertama di angkatannya dan saya sebagai guru sangat bangga sekali" Jelas guru itu.
Subaru dan Yuzuriha bengong. Kok bisa salah satu seven seals yang ceria berlebihan dan cat-like ini bisa meraih posisi puncak pikir Subaru.
Yuzuriha hanya cengar-cengir sendiri, bangga juga kayaknya.
" Kalau begitu kami permisi dulu.." Kata Subaru seraya mengucapkan salam pada sang guru.
Yuzuriha menggandeng tangan Subaru.
" ne, kak Subaru nilaiku bagus-baguskan?" Ledek Yuzuriha ke Subaru.
" Ya, sampe rumah jangan lupa pamer ke Kamui, Sorata dan Arashi ok?" Jawab Subaru sambil tersenyum kecil .
Mereka pulang ke rumah dengan senang,...eh sebelum itu ke Toko kue favorite Yuzuriha dulu soalnya dia laper lagian Subaru dengan senang hati membayar lantaran kantongnya penuh uang seratus ribuan( Ya iyalah onmyouji gitu skali dibayar rumah anda jadi sasaran debtcollector saking gedenya bayaran buat nyewa dia).

===================================================================

"Apa?!" Teriak Kamui dan Sorata ga percaya mendengar pengakuan Yuzuriha yang mengagetkan tentang nilainya itu.
"Tuhan kenapa????? akukan Kamui yang punya kekuatan bagai dewa dan punya kewajiban menentukan nasib bumi, kok bisa-bisanya aku dikalahkan gadis ini dalam soal nilai sih?!" Jerit Kamui histeris.
" OMG, dia lima tahun lebih muda dari pada aku lagi!!!" Seru Sorata yang merasa sangat bodoh di depannya sementara Arashi hanya cuek semeleketek.
" Aduh kalian berdua berisik banget sih? dan Sorata kumampusin nilaimu jelek, harap-harap ga naik kelas deh!" Gerutu Subaru yang masih dendam karena bajunya di basahin Sorata. Sorata yang mendengar kata-kata Subaru shock berat. Subaru yang dia pikir baik hati dapat berbicara sekejam itu padanya(Pundung lagi deh..).
"Well daripada kesal ga jelas gitu, makan yuk!" Ujar Yuzuriha tersenyum.
Subaru membalas senyum Yuzuriha. Kamui yang melihat kejadian itu kaget juga, Subaru senyum sama Yuzuriha? Wah mereka tadi ngapain aja ya di sekolah?
Mereka makan dan pake acara ramai yang bikin gempar tetangga. Yuzuriha tertawa melihat aksi Kamui dan Sorata yang berantem dan sambil ngobrol sama Arashi walaupun kebanyakan Yuzuriha yang ngomong sih.
Subaru makan sambil terus memperhatikan Yuzuriha. " Hokuto, apa baik melupakan dendamku pada Seishirou-san karena telah membunuhmu, dan melanjutkan hidupku agar bisa bersama dengan gadis ini?" Tanyanya dalam hati (walaupun ditujukan untuk Hokuto sih).
In the end Subaru jadi merasa senang tinggal di rumah bersama seven seals yang lain. Dia merasakan kehidupan bahagia yang dia lupakan selama 9 th. Entah kenapa dia bersyukur dapat bertemu mereka semua terutama Yuzuriha yang selalu tersenyum dan membuatnya lupa akan kepedihan hati juga dendamnya pada Seishirou.



The End......................

===================================================================

Hai, aku author baru di blog ini. ini fanfic abal pertamaku yang kayaknya pasangan YUZUSUBA ini agak maksa ya? Tapi biarlah karena aku sendiri masih amatir atau istilah telor ceplok belum mateng. Harapanku kalian suka aja sih karena aku buatnya sepenuh hati nih sampe pegel ngetik..( aku bukan tipe orang yang suka ngetik panjang-panjang sih..)(^_^)
by the way tunggu karyaku selanjutnya ( pake tokoh clamp lagi nih tapi ku tambahin karakter sendiri aja mumpung-mumpung fanfic buatan sendiri) yang jalan ceritanya sebisa mungkin kubuat romantis tis tis with full action!


Raport Day chapter 4

Akhirnya setelah segala upaya perjuangan yang Subaru lakukan, si Sorata mau juga melepaskan diri walau masih ogahan.
" Makasih ya udah menghiburku..." Ujar Sorata terharu.
"Ahh, kitakan teman satu perjuangan." Kata Yuzuriha.
"Ngomong-ngomong Pak Subaru mana? " Tanya Sorata.
"anu... dia ke toilet mau ngeringin baju bekas kakak nangis..." Jawab Yuzuriha. Kasihan juga Subaru apes nasibnya.

====================================================================

Sementara itu di toilet...

Subaru udah banyak ngelap baju pake tisu tapi apa daya ga kering -kering juga bajunya.
"Ini terakhir kalinya aku menginjak kaki di sekolah ini! " Seru Subaru.
Ia melihat cermin dan dilihatnya sang 'Sakurazukamori' di sebelahnya.
"Ah masa sih?... jangan-jangan aku salah liat." Keluh Subaru lalu mencuci muka.
"Itu masih ada , emang aku udah gila kali ya?...." Keluhya lagi.
"Kamu gak gila kok Subaru-kun" Kata sang 'Sakurazukamori'
Subaru kaget, suara ini... memang benar-benar Sakurazukamori!
Subaru langsung mundur dan sudah siap pose bertarung dengan tatapan tajam.
'Tenang donk my sweet Subaru-kun. Aku disini bukan ngajak berantem, aku cuma mau ngambil raport anak klienku aja mumpung di bayar."
" Anak klien?! " Teriak Subaru.
" Yap, diakan anak duta besar jadi otomatis orang tuanya ga da waktu untuk ngambil rapornya, terus mereka minta aku untuk ngambilin." Kata Sakurazukamori santai.
" Gila tu orang tua, masa minta Sakurazukamori ngambilin raport anaknya sih? ini nih tanda-tanda kiamat." keluh Subaru.
" Emang bentar lagi hari kiamatkan?.." Ujar Sakurazukamori.
" Ya udah deh aku keluar dulu.. kasian Yuzurihanya" Kata Subaru melangkah keluar tapi dihalang Sakurazukamori.
" Kita baru ketemu kok udah ngajak pisahan?" tanyanya
" Karena yang mau ngambil raport bukan lu aja kale!" Seru Subaru nahan kesal.
" Ahh Subaru-kun jadi tempramental aja nih, kangen deh waktu kamu umur 16 th. Masih polos." Kata Sakurazukamori sambil nginget flashback.
" Zaman kapan tuh?!" Keseringan dapat bad luck sih Subarunya jadi gini deh.
" Baru 9 tahun yang lalu" Ingat Sakurazukamori.
" Ga inget!" Dah meledak kesabaran Subaru.
Sakurazukamori menatap Subaru tajam. " Kau pasti ingat karena akulah yang membunuh Hokuto.." Sosok devil Sakurazukamori dah keluar nih.
Subaru yang mendengarnya sudah benar-benar marah lalu di tendangnya Sakurazukamori sampai mental.
"Subaru-kun!!!!" Suara Seishirou terdengar semakin jauh di angkasa nan luas.
" Akhirnya..." Setelah beberapa jam menahan emosi akhirnya bisa marah juga, Subaru keluar dari toilet sambil tersenyum senang. Sakurazukamori di temukan sekarat di empang milik Nokoru sang chairman. Selamat untuk Subaru!




To be continued...................



Raport Day chapter 3

Setelah Kamui pulang, datanglah Arashi dan Karen yang sepertinya udah ngambil raport.
" Kak Arashi raportnya gimana " Tanya Yuzuriha.
"......" Arashi kayak biasa hanya diam saja.
" Lagi-lagi Arashi meraih rengking 2 lagi. Saya bangga banget bisa pamer ke ibu-ibu songong itu yang ngatain saya mulu, merekanya aja sih yang ga pernah liat orang secantik saya." Kata Karen enteng. Yuzuriha sama Subaru hanya bisa bengong mendengar kata - kata Miss 'Soap land' satu ini.
Setelah sedikit perbincangan, Karen dan Arashi memutuskan untuk pulang ke rumah.
" Kak Arashi hebat..." Gumam Yuzuriha.
" Hebat sih hebat tapi ga bagus kalau dia diem terus. Malah ga punya temen lagi." wah si Subaru gayanya udah mirip psikiater aja nih. Yuzuriha melihat temannya Hideki sudah keluar dari ruang kelas, berarti tinggal sisa 2 lagi deh..... sabar-sabar.
Baru aja Yuzuriha mau ngobrol sama Subaru, Sorata muncul sambil jingkrak-jingkrak. " Aduh ni bocah satu malu-maluin aja...." pikir Subaru yang sudah tidak bisa menahan emosi.
" Yuzuriha sayang..... " ujar Sorata memeluk Yuzuriha.
" Gila, benar-benar gila murid sekolah ini " Si Subaru stress sendiri.
" Kak Sorata ada apa? kok seneng gitu sih?" Tanya Yuzuriha penasaran.
" Aku nembak 'dia' di terima!!! " Kata Sorata senang.
" Nembak siapa emang? " Tanya Subaru penasaran juga.
" Dia matahari bagi duniaku, dia bagai cahaya di kegelapan, dia bunga yang paling indah di padang rumput dan juga permata di....." Perkataan Sorata di potong Subaru
" To the point aja kek!" Teriaknya.
" Ya elah, Pak Subaru ga romantis ah..." Ujar Sorata.
" Jadi siapa ceweknya ?" Tanya Yuzuriha.
" Arashi donk!!!!" Ujar Sorata bahagia.
" yah.... nyesel deh udah nanya, kalau itu sih semua udah tau. " Kata Subaru dan Yuzuriha.
" Ngomong-ngomong raportnya Kak Sorata? " Tanya Yuzuriha lagi. mendadak ekspresi muka Sorata berubah menjadi sedih. Lalu memeluk Subaru.
" Pak Subaru!!!" Tangis Sorata yang menjadi-jadi menarik banyak perhatian orang, malah ada yang bilang gini:
" Ih jahat banget ya tu om-om yang sebelah matanya di perban! " Kata seorang cewek.
" Iya ga kasian apa liat anak itu mohon ampun?" Kata cewek di sebelahnya.
Subaru udah malu banget, lebih malu dari pada di poles sama Seishirou.
" Raportku ga tuntas semua!!!!!" Kata Sorata sambil nangis
"Ya saya ngerti kamu sedih tapi please lepasin saya! " pinta Subaru yang mukanya udah merah padam.
" ga! aku mau nangis sampai aku puas!" Ujar Sorata.
"Ya, nangis aja sono di laut! tapi lepasin saya donk! " gertak Subaru sambil berusaha melepaskan diri dari Sorata.
Yuzuriha hanya tertawa melihat mereka.




To be continued.................





Raport Day chapter 2

Hari raportan sudah tiba! Semuanya pada dag dig dug termasuk Yuzuriha. Jas merah yang kebanyakan lambang ini emang bikin badan penat, gini nih tradisi Clamp school. Yuzuriha mengingat kejadian tadi malam, kasian kak Sorata. Dia harus minta tetangga sebelah buat ngambilin raportnya, kocak-kocak!
Yuzuriha melihat sekelilingnya. hampir semua temannya sudah pada ngambil raport kecuali dia. Yuzuriha menghela nafas" Gini nih kalau minta bantuan kak Subaru, telat mulu kerjaannya." keluhnya." Kalau gitu maaf deh.., tapi demi kamu aku ngebatalin janji sama klienku yang pejabat loh.." Nongolnya Subaru, bikin Yuzuriha kaget. Mana tepat dibelakangnya lagi! "Maaf...." seru Yuzuriha minta pengampunan. Subaru mah santai aja sambil ngangguk-ngangguk, bukan tipe pemarah sih...
"Ah Yuzuriha, itu cowok siapa? cakep banget, tapi kok sebelah matanya di perban sih..?" Kata Mai, teman Yuzuriha. "Oh itu Subaru, waliku. Dia habis operasi mata." Ujar Yuzuriha " Mana mungkin aku bilang kalau matanya di cabut secara paksa oleh Kamui naga bumi..." katanya dalam hati. Subaru dan Yuzuriha tampaknya cukup menarik perhatian apa lagi keliatannya kayak pacaran( Author ga terima!). Teman-teman cewek Yuzuriha pada iri semua...(hahahaha author juga ngiri).
Yuzuriha hepi-hepi aja, sedangkan Subaru enjoy aja . Mereka berdua bertemu Kamui dan Pak Aoki yang sepertinya dalam perjalanan pulang. "Ahh.. Kak Kamui! Gimana raport kakak?" Tanya Yuzuriha. " Pokoknya ancur deh..." Jawab Kamui lemes. " Nilai Kamui semua pas KKM, dan Nilai Matematika dan Bahasa Inggrisnya kebakar" Jelas Pak Aoki yang sebenarnya kecewa juga. Kamui sang penentu nasib bumi gagal di Matematika dan Bahasa Inggris? Apa kata dunia?
" Kalau Yuzuriha sendiri sudah ambil raport belum?" Tanya Pak Aoki.
" belum, masih nunggu tiga orang lagi.." Kata Yuzuriha.
" Kudoain nilaimu ancur kayak aku.." Ledek Kamui.
" ih, kakak jahat!!" Teriak Yuzuriha.
" Santai men!!" kata Kamui ga mau kalah.
" Santai dengkulmu?!" Ujar Yuzuriha naik darah.
" udah ah kalian berdua.. malu diliat anak tetangga (anak tetangga?) " Kata Subaru melerai mereka. " Ya sudah.. kami pulang dulu ya.." Ujar Aoki sambil narik Kamui yang dari tadi ngeledek Yuzuriha. Subaru cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan ke dua anak konyol tersebut.




To be continued.......